Reporter : Opa Baha
KUPANG, LPPL RSKK— Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, membuka kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR) di Kabupaten Kupang. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Neo Aston, Kota Kupang.Senin (21/9/2026),
Dalam sambutannya, Aurum mengatakan keselamatan ibu dan bayi merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan sekaligus keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.
Menurutnya, setiap kasus kematian ibu dan bayi harus menjadi keprihatinan bersama sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
“Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, tahun 2025 terdapat delapan kasus kematian ibu dan 44 kasus kematian bayi. Sementara sampai Agustus 2026, terdapat 4 kematian ibu dan 30 kematian bayi,” kata Aurum.
Ia mengatakan data tersebut menunjukkan bahwa upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi masih membutuhkan perhatian, kerja keras, serta kolaborasi dari seluruh pihak.
“Jangan hanya berhenti pada pencatatan jumlah kasus, tetapi harus memastikan setiap kasus dikaji untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya, dan yang terpenting adalah upaya pencegahan di masa mendatang,” ujarnya.
Aurum menjelaskan, kegiatan AMP-SR memiliki peran penting sebagai instrumen untuk melakukan kajian secara sistematis terhadap setiap kasus kematian maternal dan perinatal.
Melalui proses tersebut, kata dia, dapat diidentifikasi berbagai penyebab, faktor risiko, kendala dalam pelayanan, serta faktor lainnya yang dapat menjadi pembelajaran untuk mencegah terjadinya kasus serupa.
Ia berharap hasil kajian yang didiseminasikan tidak berhenti sebagai dokumen atau data, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang jelas, terukur, serta dapat dilaksanakan.
“Rekomendasi tersebut perlu menjadi acuan bersama dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan mulai dari tingkat puskesmas, rumah sakit, hingga dukungan pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait,” jelasnya.
Aurum juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Aurum, berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan mudah diakses masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjadikan hasil kajian AMP-SR sebagai bahan evaluasi dan perbaikan nyata dalam pelaksanaan program serta pelayanan kesehatan di masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, sejumlah camat dan kepala puskesmas di Kabupaten Kupang yang wilayahnya terdapat kasus kematian ibu dan bayi, Tim Pengkaji Kematian Maternal dan Perinatal Kabupaten Kupang, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Kupang.

%20-%20Dibuat%20dengan%20PosterMyWall%20(1).jpg)
0 Komentar