TpO5TUAlGfC7Tfz6TSr7GpzpGY==
  • rskkkupang@gmail.com
  • +6285213730023

Wabup Aurum Titu Eki: Jangan Sampai Budaya Semau Direbut Orang Lain



Reporter : Opa Baha

SEMAU,LPPL RSKK— Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki mengingatkan masyarakat Semau agar tidak menjadi penonton di tengah geliat pembangunan dan pariwisata. Ia menegaskan, kekayaan alam dan budaya Semau harus dijaga serta diperjuangkan sendiri, terutama dengan melibatkan generasi muda sebagai penerusnya.

Pesan tersebut disampaikan Aurum saat membuka Festival Budaya tingkat SD dan SMP se-Wilayah Semau di Pahlelo, Kecamatan Semau Selatan, Jumat (25/9/2026). Di hadapan peserta dan masyarakat, ia menekankan bahwa kemajuan pariwisata tidak boleh membuat budaya lokal kehilangan tempat.

“Ini bukan hanya tentang sebuah festival. Ini tentang budaya dan tentang generasi berikutnya. Anak-anak kita diberikan kesempatan untuk berani tampil dan menunjukkan apa yang mereka miliki dari budaya mereka,” ujar Aurum.

Menurutnya, Semau memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kawasan pariwisata. Namun, pembangunan infrastruktur dan perkembangan pariwisata harus berjalan bersama dengan upaya mempertahankan budaya sebagai identitas masyarakat.

“Orang bisa melihat bangunan dan keindahan alam di mana-mana, tetapi budaya hanya dimiliki oleh masyarakatnya. Karena itu, budaya harus kita jaga dan kita kembangkan,” katanya.

Aurum secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak malu menunjukkan budaya sendiri. Ia meminta masyarakat Semau mempersiapkan diri agar mampu mengambil manfaat dari perkembangan pariwisata, bukan justru kehilangan ruang di daerah sendiri.

“Boleh infrastruktur berkembang, boleh pariwisata berkembang, tetapi kita juga harus siap menerima perkembangan itu. Jangan sampai ketika perkembangan datang, orang lain yang datang dan mengusahakan apa yang sebenarnya menjadi milik kita. Apa yang kita punya harus kita perjuangkan,” tegasnya.

Aurum juga menyoroti kehadiran Nusa Tenggara Association Indonesia dari Australia dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pihak dari luar daerah hingga luar negeri menunjukkan adanya peluang bagi budaya Semau untuk diperkenalkan lebih luas.

Karena itu, ia berharap festival budaya tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau sekadar panggung pertunjukan anak sekolah. Festival harus menjadi ruang pembelajaran dan regenerasi agar budaya Semau tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Jangan hanya tampil di panggung ini. Festival seperti ini ke depan harus terus kita tampilkan. Anak-anak harus terus didorong untuk memperkenalkan budaya kita,” ujarnya.

Festival budaya tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan Semau tidak hanya berbicara tentang jalan, infrastruktur dan pariwisata, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga identitas budaya yang menjadi bagian penting dari kekayaan daerah.


0 Komentar

RSKK info

kontak kami

Kami sangat menghargai masukan, saran, dan pertanyaan dari Anda. Silakan isi formulir kontak yang telah disediakan. Tim kami akan segera menindaklanjuti setiap pesan yang masuk.

RSKK Form

Popup Image